Tragedi Kakap Merah di Paoterre

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

kakap-merahJudulnya memang bombastis hehehheee… Eh tapi bener lho, pengalaman yang mau saya share kali ini beneran tragedi buat saya. Bermula dari kebiasaan saya membeli ikan di paotere. Kenapa saya bela-belain beli ikan jauh-jauh ke paotere? Yang pertama karena harga disana lebih murah (dasar emak2!). Kakap merah ukuran sedang yang biasanya dibeli 15 ribu perekor di lelong, bisa saya dapatkan dengan harga 10 ribu rupiah perekor. Selain itu, ikannya masih segar karena baru turun dari kapal. Biasanya saya membeli sekitar 10-12 ekor, untuk persediaan 2 minggu.

Tragedi yang saya maksudkan terjadi seminggu yang lalu. Saat itu angin sedang kencang-kencangnya. Otomatis pasokan ikan jadi sedikit dan harganya meningkat. Tidak banyak pilihan ikan yang ada di paoterre, termasuk ikan kakap merah yang menjadi target operasi saya hari itu. Ketika saya sedang memilih-milih ikan sambil menawar harganya, eh eh tidak disangka ada seorang bapak bapak langsung membeli semua ikannya, termasuk ikan yang sedang saya pilih. Dengan kesal saya berkata bahwa ikan itu sedang saya pilih, namum si bapak dengan entengnya berkata “kan saya yang bayar duluan”. Ya amppuunn…..

Saya mencoba mencari penjual lain yang menjual kakap merah. Apesnya, kejadian sebelumnya terulang kembali. Si bapak yang sama memborong ikan yang sedang saya pilih. Astagfirullah. Ni orang nggemesin banget, pengen saya mutilasi pake gunting kuku!! #becanda 🙂 Akhirnya puter-puter lagi saya nemu juga penjual kakap merah yang lain. Entah bad feeling karena kejadian sebelumnya atau bagaimana, saya merasa kurang sreg dengan ikan yang ini dan hanya membeli 6 ekor saja. Ikannya masih merah insangnya, dagingnya masih keras, tapi matanya tidak sejernih ikan pilihan saya sebelumnya. Oke lah, saya berdamai dengan pilihan ini, daripada tidak dapat ikan sama sekali, pikir saya.

Sesampainya dirumah, keenam ikan tersebut saya bersihkan. Masih baik-baik saja keadaanya. Namun isi perutnya agak tidak wajar. Ada gumpalan hitam besar didalam perutnya. Apakah ini?? Setelah diteliti dengan seksama dan dalam tempo yang tidak sesingkat-singkatnya, gumpalan itu ternyata plastik kresek, pemirsa!! Heh? Seumur hidup baru nemu ikan yang ada kresek diperutnya. Perasaan saya langsung tidak enak seketika. Ketika ikan yang lain saya coba buka, ternyata sama. Ada kantung kresek yang diuntel-untel diperutnya. Waduh, ni ikan pada kenapa yah?? Beneran bad feeling saya jadinya.

Saya coba menggoreng salah satu ikan, dan menyimpan sisanya didalam freezer. Lalu apakah yang terjadi sodara sodara?? Ikan tersebut hancur menjadi serpihan ketika digoreng. Rusak-serusak-rusaknya. Kalau ikan yang segar, tentu tidak akan hancur ketika digoreng. Herannya ga ada bau busuk ketika tadi dibersihkan. Jangan-jangan diformalin nih?? Lalu ketika saya cek ikan sisanya yang sudah masuk ke dalam frezer, ternyata daging ikannya telah menjadi keabu-abuan setelah dicuci. Mungkin formalinnya udah larut ketika dibersihkan tadi atau kenapa saya tidak tau.

Kalau nasi sudah menjadi bubur, sih masih bisa dimakan. Lha kalau ikan sudah menjadi busuk.. mo diapain lagi selain masuk tempat sampah. Kesal, iya.. tapi harus ada pelajaran yang diambil.

  1. Selalu membaca doa sebelum masuk pasar. Pasar adalah tempat berjual-beli dan tempat yang melalaikan orang dari mengingat Allah Ta’ala karena kesibukan mengurus perdagangan, maka di sanalah tempat berkumpulnya setan, sehingga orang yang berzikir di tempat seperti itu berarti dia telah memerangi setan dan tentaranya. Nah, ini salah saya tempo hari. Lupa membaca doa!

    Teks Doa:

    لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

    Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir.

    (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya dan Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu)

  2. Insang yang merah dan daging yang keras tidak selalu menjamin ikan segar. Periksa seluruh bagian ikan. Pada kasus saya, kresek dimasukkan lewat dubur ikan. Kresek tersebut digunakan untuk membuat daging ikan lebih keras dan padat. Memang setelah diperiksa, ternyata bagian dubur ikan tersebut terbuka lebih lebar dari umumnya.
  3. Jangan sampai saya melakukan tindakan membeli atas barang yang sedang dibeli orang lain (seingat saya belum pernah, dan semoga kedapannya tidak pernah). Lha saya sendiri merasa kesal kok diserobot barang pilihan saya.  Rasulullah memang melarang hal tersebut :

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لاَ يَبِيعُ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ

    Dari Abdullah bin Umar, sesungguhnya Rasulullah bersabda, “Tidak boleh sebagian kalian menjual atas jualan orang lain atau membeli atas belian orang lain” [HR Bukhari dan Muslim].

  4. Ikuti naluri ketika membeli. Ketika pilihannya meragukan, lebih baik ditinggalkan daripada menyesal belakangan.

ps: ikan kakap merah yang ada digambar atas itu versi segar yang saya beli lagi 2 hari kemudian di paoterre. Agar kejadian yang sama tidak terulang, saya meminta mas penjual ikan mengeluarkan isi perutnya. Alhamdulillah ikannya segar sekali dan sudah berubah jadi ikan woku kesukaan Hasan 🙂

24 Comments

    • naya

      di makassar mbak… ikan laut segar disini berlimpah…
      memang susah mak cari ikan laut segar di yogya. dulu jaman masih mahasiswa disana, klo pengen ikan segar ya ke pantai depok. Tapi jauh banget dari kota ya mak 🙂

    • naya

      pertama, saya ga terlalu inget wajahnya…
      yang kedua, jujur saja saya nyalinya ga besar. Dengan logat jawa yang masih medok, rasanya g berani buat beradu argumen dengan org sini hehehehe. takut salah ngomong, nanti ada parang melayang *lebay

  1. duuh merinding membacanya. saya termasuk jarang masak ikan, anak-anak hanya doyan ikan saat makan di pantai atau di pemancingan. di jogja gak ada ikan segar, semua pasti awetan, kecuali pas ke pantai depok atau baron dan mencegat nelayan yang turun dari kapal.
    Sepakat dengan pesan;
    Ikuti naluri ketika membeli. Ketika pilihannya meragukan, lebih baik ditinggalkan daripada menyesal belakangan

  2. Ya ampun, muraaaaah banget ikannya. Disini sekilo 50-60rb dipasar. Tapi aku emang gak bisa bersihin ikan sendiri, jadi sudah difillet di pasar. Kalau dicurangi pasti ketahuan. Ih, serem ya. Kalau dipasar bisa langganan sih sama tukang ikan yg sudah kita percaya, tapi kalau ditempat seperti itu tergantung yang turun dari kapal kali ya?

    • naya

      memang kalau dibeli dipasar, barangnya bisa terjamin asal kita belinya di tukang langganan. tapi harganya tidak semurah beli di tangan pertama (pelabuhan). Hahaaa itu resikonya kali ya kalau beli di pelabuhan….

  3. aduh, sebagai fishlover, ikut gemes baca kisah Mak. Tega-teganya ada yang berlaku nista membohongi konsumen dgn cara begitu ya, Mak. tapi baru tahu kalau ada plastik kresek yang bisa dimasukkan ke dalam perut ikan. walau di Bogor jarang ketemu ikan laut segar, tapi syukurlah belum pernah ketemu kasus kayak Mak, yak ada kreseknya. kalau yg diformalin kayaknya banyak. duh.., jadi kangen makan ikan segar..

  4. sebelumnya salam kenal ya mak..
    wah senangnya bisa konsumsi ikan segar terus ya setiap hari…
    saya tinggal di bandung yang relatif jauh dari laut.. jadi kalau mau makan ikan lebih sering ikan air tawar daripada ikan laut..
    tapi itu pedagangnya nyebelin banget ya mak, nyari uang kok gitu amat sampai nipu pembeli 🙁
    semoga lain kali ga tertipu lagi ya mak.. 🙂

    • naya

      salam kenal juga 🙂
      disini kebalikannya, ikan air tawar segar sulit didapat mak….
      Iya nyebelin penjualnya, semoga dia diberi hidayah agar mencari riqzi dengan jalan yang baik 🙂

  5. ummu musa

    Bunda hasan. Kok doa masuk pasar yg biasa kubaca lebih panjang yo..
    Nggak ditulis sekalian hadits lengkap dan sumber km dapatnya dr mana?

    Aku kalau beli kakap udah mateng e. Ternyata kaya gt to kakap ki..
    Ikan woku ki opo?

    • naya

      wah aku nggak tau doa yang lebih panjang. di aplikasi hape juga gitu e bunyinya ^^v
      Hadistnya diriwayatkan oleh at-Thabrani dalam ad-Du’a (2/1167/793), dari Ubaid bin Ghannam dan al-Hadhrami, keduanya dari Ibnu Abi Syaibah, dari Abu Khalid al-Ahmar, dari al-Muhajir bin Habib, dari Salim bin Abdullah bin Umar, dari Ibnu Umar, dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. aq baca di konsultasisyariah juga sama itu http://www.konsultasisyariah.com/doa-masuk-pasar-dan-rahasianya/

      eh lha, emang kalau dah mateng wujudnya beda banget? berubah jadi kaya lumba2 po? wkwkwkwkkk…. Ikan woku resep masakan menado (nek g salah), ikan dengan kuah dari herbs (herbs ki opo bahasane to? rempah daun2an?)…

      • ummu musa

        DOA MASUK PASAR, MALL DAN PUSAT2
        KERAMAIAN LAINNYA…
        “Barangsiapa masuk pasar, lalu membaca:
        ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ
        ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻳُﺤْﻴِﻲْ ﻭَﻳُﻤِﻴْﺖُ ﻭَﻫُﻮَ ﺣَﻲٌّ ﻻَ ﻳَﻤُﻮْﺕُ،
        ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ، ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮُ .
        “Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariika
        lahu, lahulmulku walahulhamdu, yuhyii wa
        yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu,
        biyadihil khoiir, wa huwa ‘ala kulli syai’in
        qodiir.”
        Allah mencatat untuknya satu juta kebaikan,
        menghapus darinya satu juta keburukan dan
        meninggikan untuknya satu juta derajat.”
        (HR. At-Tirmidzi 5/291, Al-Hakim 1/538 dan
        Ibnu Majah 2235. Al-Albani menyatakan,
        hadits tersebut hasan dalam Shahih Ibnu
        Majah 2/21 dan Shahih At-Tirmidzi 2/152.)
        Arti doa tersebut:
        (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah
        selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu
        bagiNya. BagiNya kerajaan, bagiNya segala
        pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan
        Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak
        akan mati. Di tanganNya semua kebaikan.
        Dan Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala
        sesuatu.)
        Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
        sallam :
        “Tempat yang paling baik adalah masjid.
        Sedangkan tempat yang paling buruk adalah
        pasar ”. (HR Ibnu Hibban no 1599. Syeikh
        Syuaib al Arnauth mengatakan, “Hadits
        hasan”).
        Keutamaannya besar dan dahsyat karena
        pasar, mall dan pusat-pusat keramaian
        biasanya melalaikan dan menjerumuskan,
        karena itu kalau kita ingat Allah dan
        berdzikir kepadaNya di tempat-tempat
        tersebut maka kita mendapat keutamaan
        yang besar dan dahsyat tersebut..
        Selamat Mengamalkan dan Semoga Sukses,
        Amien.
        Penulis : Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami
        Artikel : PengusahaMuslim.com

        ini lho doa yg kumaksud..

        kakap merah kalau udah mateng warna merahnya memudar.
        eh dulu di reportase kalau gak salah, dibahas cara ‘bikin’ kakap merah dari kakap putih, katanya disuntik pewarna apaaa gt.
        piye cara mengetahui itu merah asli atau palsu?

        ini komen biar rame

    • naya

      iya mak.. kasian bener ni ikannya.. matinya berkali2. mati karena terjaring, trus mati lagi diformalin, eh masih dioperasi lagi perutnya…

  6. ejakk

    Nay, kalo kata mamaku ikan atau sea product lainnya kalo keras malah mencurigakan, apalagi sampe “nyekengkeng” gitu (ngerti ora maksude? :D) milihnya yang kenyal wajar aja..

    Btw emang kalo dikasih kresek nambahnya berapa kilo si? Napa ngga krikil sekalian yaa >.<

    • naya

      iya klo keras banget mmg meragukan jg Mah.
      Nah itu mah, mending pake kerikil aja ya, sekalian nambah berat. Kurang licik nih bakule.. #sinis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *