Family Strategic Planning (part 2)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sebelum melanjutkan review saya mengenai family strategic planning yang pertama , ada baiknya saya tampilkan kembali mind map mengenai materi kuliah ibu profesional kemarin.

mmap family strategic plan

Bagaimana Memulainya?

Untuk memulai menjalankan perencanaan keluarga tersebut, baiknya dimulai dari merencanakan hal-hal yang sederhana terlebih dahulu (namun penting), jumlahnya sedikit enggak apa-apa dan bisa segera dikerjakan.

Tips Agar Rencana Berjalan

titi teliti

Tau ini gambar apaan? Kalau yang pernah baca majalah bobo, pasti taauu…

Ini bibi titi teliti. Bibi titi teliti ini yang biasanya ngomel-ngomel kalau ada yang g rapi dan ga beres. Naahh.. dikeluarga kita ini, perlu tokoh semacam ini. Tugasnya mengingatkan setiap anggota keluarga tentang komitmen keluarga dalam menjalankan rencana kegiatan. Bisa tiap minggu dilakukan. Pertanyaan yang diajukan bisa berupa :

1. Minggu ini progressnya sudah apa aja?

2. Ada yang mau dishare selama perlaksanaan?

3. Minggu depan rencananya mau ngapain?

Dengan “diteror” kaya gini, setiap orang akan lebih mengingat pelaksanaan kegiatannya, sehingga insya Allah rencana keluarga bisa berjalan.

Siapa yang berperan jadi bibi titi teliti? Siapa aja bisa kok. Bisa ayah, ibu, anak, ataupun orang diluar keluarga yang memang diajak untuk membantu mengingatkan.

Success Breeds Succes

Yah, sebuah kesuksesan akan melahirkan kesuksesan berikutnya.

Jadi, biar ada pancingan, pilihkan satu kegiatan yang peluang suksesnya besar. Nah, dari kesuksesan itu, berikanlah apresiasi yang spesifik atas keberhasilan yang dilakukan. Misalnya anak berhasil membuang sampah ditempat sampah. Jangan hanya katakan

wah, hebaattttt anak bunda

akan tetapi spesifikasian apa yang sudah dia lakukan seperti

waah, hebat anak bunda sekarang sudah bisa buang sampah ditempatnya

Nah, setelah sukses, ingat-ingat dan rasakan baik baik gimana rasanya sukses itu. Kemudian, jadikan perasaan ini sebagai penyemangat untuk menjalakan rencana-rencana keluarga lainnya.

Daaahh… selesai juga reviewnya… Lain waktu saya juga pengen cerita tetang implementasi perencanaan keluarga yang sudah diadaptasikan di keluarga saya, Insya Allah…

_naya_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.