Berjalan Versus Bicara

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

images Kalau kata orang orang nih, belajar berjalan dan bicara pada anak itu beriringan. Maksudnya, salah satu berkembang dahulu, baru yang lain menyusul. Tapi ternyata setelah saya googling sana sini mencari sumber yang valid, kedua hal tersebut tidak saling berkaitan. Keduanya merupakan kelompok yang berbeda dalam perkembangan anak. Setiap kelompok punya rentang waktu perkembangan sendiri-sendiri. Karena itulah tak bisa disimpulkan, jika kemampuan bicara muncul lebih dulu, maka berjalannya belakangan atau sebaliknya.

Hasan diusianya yang ke 21 bulan, cenderung lebih berkembang kemampuan motoriknya (baik kasar maupun halus) dibandingkan kemampuan linguistik atau bahasanya. Dia sudah bisa berjalan di umur 10 bulan, bahkan saat ini sudah bisa bersepeda roda 3 keliling kompleks, sudah panjat meja, jendela dan pagar. Kalau kemampuan bahasanya? #lap kringat hufftt.. kata-katanya masi terdengar seperti bahasa alien bagi saya. Yang jelas itu hanya “ayah”,“maem”, “mau” dan “cicak”. Ada juga sih kata-kata lain yang dia ucapkan, tapi masih belum tereja dengan benar seperti “buba” untuk memanggil bundanya, “mbik” untuk menyebut kambing, “piss” untuk menyebut pipis, “hatan” untuk menyebut dirinya sendiri, “amau” untuk berkata tidak mau dan “ngeeng nggeng” untuk menyebut mainan mobil-mobilannya.

Yang membuat galau saya justru alam sekeliling. Kalau ngomong pake versi saran,  misalnya rajin diajak ngomong dengan intensif, ditanya-tanyain, diberi instruksi, atau diajak bercerita saya dengan terbuka menerima. Senang malah. Tapi klo yang celetukan sana sini bernada menyalahkan ibunya atau komparasi… hhmm males deh. “waah dah mau dua tahun kok belum bisa ngomong apa-apa?”  Duh ya, memangnya berharap anak dua tahun itu bisa pidato cas cis cus. Terus bisa sekejap ngomong ini itu. Tidak ada yang instan. Yang instan itu cuman kopi sama mie 🙂 Saya mencoba berdiskusi dengan beberapa teman di grup watsapp. Jawaban mereka cukup mendamaikan. Dalam artian bahwa mereka beranggapan setiap anak itu variatif sekali perkembangannya, dan menilai hasan masih dalam taraf wajar. Sayapun belum puas. Bukan meremehkan mereka lho, saya perlu tinjauan tambahan yang shahih dari ahli tumbuh kembang anak. Saya melirik ke KPSP atas saran salah satu teman saya di grup tersebut.

KPSP merupakan alat/instrumen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. Karena hasan berusia 21 bulan, maka KPSP yang saya gunakan saya sesuaikan dengan usianya tersebut. Berikut ini pertanyaan untuk KPSP 21 bulan :

Tanpa berpegangan atau menyentuh lantai, apakah anak dapat membungkuk untuk memungut mainan di lantai dan kemudian berdiri kembali? ya, sering
Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek? Jawab YA bila ia menunjuk, menarik atau mengeluarkan suara yang menyenangkan. ya, memunjuk menarik dan mengeluarkan suara
Apakah anak dapat berjalan di sepanjang ruangan tanpa jatuh atau terhuyung-huyung? ya
Apakah anak dapat mengambil benda kecil seperti kacang, kismis, atau potongan biskuit dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk seperti pada gambar ?
ya, setiap hari
Jika anda menggelindingkan bola ke anak, apakah ia menggelindingkan/melemparkan kembali bola pada anda? ya, setiap hari
Apakah anak dapat memegang sendiri cangkir/gelas clan minum dari tempat tersebut tanpa tumpah? ya, setiap hari
Jika anda sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, apakah anak meniru apa yang anda lakukan? ya
Apakah anak dapat meletakkan satu kubus di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Kubus yang digunakan ukuran 2.5-5.0 cm ya
Apakah anak dapat mengucapkan paling sedikit 3 kata yang mempunyai arti selain “papa” dan “mama”?. ya : cicak, mau, maem, mimik
Apakah anak dapat berjalan mundur 5 langkah atau lebih tanpa kehilangan keseimbangan? (Anda mungkin dapat melihatnya ketika anak menarik mainannya) ya, lebih dari 5

Bila jawaban YA = 9-10, perkembangan anak sesuai dengan tahapan perkembangan (S)

Bila jawaban YA = 7 atau 8, perkembangan anak meragukan (M)

Bila jawaban YA = 6 atau kurang, kemungkinan ada penyimpangan (P).

Lho lho, sebenarnya tahap perkembangan Hasan masih wajar wajar saya. Tidak ada yang perlu saya khawatirkan. Semuanya jawaban ya. Meskipun begitu, saya harus tetap memantau perkembangannya. Saya terinsiprasi pada bagan stimulasi untuk anak 21 bulan. Disitu saya bisa mengevaluasi dan mengarahkan stimulasi yang tepat untuk usia Hasan. Yang paling utama adalah kurangi nonton tivinya. Hasan memang sangat terpesona dengan tv, terutama acara Hi5. Disitu titik kesalahan saya. Menonton tv harus didampingi. Justru saya menggunakan kesempatan ketika Hasan duduk tenang menonton tv untuk mengerjakan pekerjaan rumah hehehehee ^^v. Satu lagi, saya harus lebih sering mengajak Hasan pergi keluar, tidak hanya menunggu ayahnya pada saat weekend.

Abaikan saja suara suara sumbangnya, fokus pada tumbuh kembang si anak shaleh 🙂 Bismillah, saya pasti bisa!

_naya_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.