Kemah Praktisi Homeschooling di KEMISTRI 2016

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Kemistri adalah kependekan dari Kemping Keluarga Muslim Nyantri. Kemistri sendiri merupakan sebuah event yang diselenggarakan oleh Homeschool Muslim Nusantara. dimana keluarga praktisi (dan calon praktisi) homeschool berkumpul untuk bersilaturahmi, saling berbagi ilmu dan pengalaman.

kemistri2016_1

Yeyy!! Kita Camping!!

Awalnya kami masih galau dalam memilih; mau ikut kemistri, atau ikut fesper. Namun dengan pertimbangan pembicara dan ilmu parenting islam yang bakal didapat, maka pilihan kami jatuh pada kemistri.

Hasan dan Ihsan di dalam tenda

Hasan dan Ihsan di dalam tenda

Acara kemistri ini berlangsung pada tanggal 25-27 di Gunung Pancar, Bogor. Kami sendiri start dari Makassar selasa malam/ rabu dini hari. Rencananya kami akan keliling bogor terlebih dahulu sebelum join acara kempingnya. Napak tilas ke kampus AbuHasan (yang akhirnya batal karena tepar berat), keliling Kebun Raya Bogor, dan menimba ilmu pertanian dengan melihat Parung Farm menjadi bagian dari rencana liburan kami. Insya Allah kisah keliling tersebut akan hadir di postingan saya lainnya

Seperti yang telah direncanakan semula, peserta kemistri yang tidak naik kendaraan pribadi dapat ikut penjemputan dengan meeting point di Pool Damri Botani Square. Kami sengaja memilih untuk menginap di Hotel Shantika agar dekat dengan lokasi penjemputan. Tinggal ngesot dikit, sampe deh di Pool Damri. Singkat cerita, setelah naik mobil jemputan ngeeenngg ngeenngg, sampailah kami di camping ground Gunung Pancar…

Berhubung saya ini anak rumahan yang nggak pernah ikut camping (bahkan camping pramuka jaman SMA sekalipun!), maka sayapun antusias sekali dengan acara berkemah ini. Angkat-angkat koper dikit (abu Hasan ding yang angkat koper), sampailah kami di tenda kami. Kami sendiri ada di kabilah nomer 7 “muhammad al-fatih”. Kondisinya tanahnya agak kurang sip karena sangat becek. Mungkin karena posisi tenda kami tanpa naungan pohon, jadi basah banget kalo habis hujan. Saya sempat shock juga dengan tenda yang berukuran 2×2 meter tersebut. Bagaimana tidak, ada 2 bocil dan 2 dewasa bakal bermalam disitu, belum termasuk 2 buah koper ukuran besar. Jangan ditanya deh  gimana sempitnya. Mungkin dempet-dempetan macam ikan pindang 😛

Pembicara hari pertama di acara kemping ini adalah ustadz Bendri Jaissyurahman. Tapi saya sama sekali tidak ikut acara ceramahnya. Selain karena diluar hujan, anak-anak rupanya masih mengalami shock untuk tidur di dalam tenda. Kebiasaan tidur di kasur empuh siihh… hahahahaaaa… (baca juga link dari islampos ttg ceramah ustadz bendri ini)

Keesokan harinya, kami sudah siap  untuk menjalankan kegiatan-kegiatan yang ada di rundown acara. Kegiatan yang pertama adalah ceramah oleh ustadz herfi dari parenting nabawiyah mengenai perencanaan pendidikan dalam keluarga yang (seharusnya) berbasis Al-Quran. hahahaaaa karena saya juga tidak pintar membuat notulen, jadi baca saja ya isi ceramah beliau di sini.  Paparan selanjutnya disampaikan oleh ustadzah sarmini mengenai cara membuat anak mencintai Al Quran. Saya terkesan dengen statemen beliau bahwa seharusnya kita tidak perlu terlalu mengkhawatirkan mengenai proses administrasi homeschooling. Biarlah fokus pada agama dan mencintai Al Quran, sisanya biarkan Allah yang akan memudahkan dan mencukupkan. Selewat makan siang, acara berlanjut dengan sesi sharing bersama Ibu Kokom Komariyan, Teh Kiki Barkiah, Teh Patra dan ibu Ida Nuraini. Sayangnya saya hanya bisa ikut di bagian awal acara. Selebihnya mendengarkan secara kejauhan dari tenda karena Ihsan sudah mengantuk.

Tracking

Tracking

Hari ketiga camping diisi dengan acara tracking. Lumayan capek juga karena harus berjalan sejauh 2 km dengan medan yang naik turun. Hasan sendiri ternyata kuat berjalan tanpa digendong, tentunya dengan iming-iming susu ultra mimi yang sudah menanti di tenda hihihii.

Sesampainya di Makassar sekarang ini, Hasan tidak kapok sama sekali untuk mengikuti kegiatan kamping semacam ini. Ketika saya tanyakan apakah Hasan mau kemping lagi, diapun mengiyakan dengan semangat. Semoga keluarga kami bisa mendapatkan ilmu dan hikmah dari kegiatan semacam ini.

Happy Learning!
_naya_

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *