Diary Hidroponik (3) : Panen pokchoy

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Alhamdulillah… akhirnya bisa cerita juga di blog ini setelah beberapa lama vacum dari menulis. Desktop saya lagi ngambek nih makanya nggak bisa komputer selama beberapa minggu. Kebetulan ada laptop suami yang nganggur, jadi saya manfaatkan untuk menulis konten disini.

Kalau sebelumnya saya sudah sharing tentang membuat larutan nutrisi, maka kali ini saya mau memamerkan panenan white pokchoy… taraaaaaa.. inilah hasil sayuran hidroponik perdana sayaa,,,


Dari hasil panen pertama ini ada beberapa hal yang perlu diperbaiki kedepannya karena hasil panennya masih kurang maksimal. Yang pertama adalah mengendapkan air sebelum dicampur dengan nutrisi hidroponik karena saya menggunakan air PDAM. Yang kedua, harus menunggu sekitar 14 HST atau benar-benar muncul 2 daun sejati. Sebelumnya memang saya kurang sabaran sehingga memberi air nutrisi ke benih yang baru memiliki satu daun sejati. Hal lain yang perlu dimonitor adalah proses penyemaian benih. Benih harus lebih sering terpapar cahaya matahari sehingga tidak mengalami etiolasi.

Petualangan hidroponik saya tidak hanya sampai disini kok. Saya ingin serius mendalaminya. Saat ini saya sudah membuat instralasi hidroponik system NFT dengan 54 lubang tanam dan sedang menyemai beberapa benih pakchoy, kalian, lettuce dan red lettuce. Kisah selengkapnya tentang instalasi NFT akan saya share di posting berikutnya, Insya Allah…

Happy gardening!
_naya_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.