Obsesi Pressure Cooker : Bandeng Presto

Panci Presto (gambar diperoleh dari http://www.maxim.co.id/products/maxim-cookware/presto/16/ )

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Akhirnyaaaaaa…..
Panci presto hadir juga di dapur saya…. Merknya M***m ukuran 7 liter.
Yang ini saya dapatkan secara cuma cuma. Bukan gara gara ikut undian bodong, melainkan dikirimkan oleh kakak ipar saya… Makasih banyak ya, Mbak :)

Kata wikianswer, panci presto ini bekerja sesuai dengan hukum fisika. Semakin tinggi tekanan yang ada, maka titik didih air pun meningkat, dengan demikian masakan akan lebih cepat matang karena dimasak diatas suhu 100oC.

Setelah googling sini karena tidak ada manual menggunakannya, saya dengan pedenya menggunakan alat ini untuk memasak pindang daging (sejenis rawon tapi pakai santan). Hasilnya?? Gagal total!!  Hahahahaa.. jangan ditiru ya :) Kesalahan dalam menggunakan panci presto ini saya rangkum sbb :

  • saya terlalu tinggi memasukkan air kedalam sarangan karena takut klo air kurang dan gosong. Harusnya sedikiiiiittt lebih tinggi diatas sarangan. Pada waktu pertama kali kemarin saya mencobanya, saya masukkan 4-5cm diatas sarangan. Itu salah! Akhibatnya panci kecil yang ada didalam presto tidak stabil dan airnya masuk kedalam panci kecil (kebanyakan kuah jadinya)
  • saya memasukkan santan dalam panci kecil. Karena proses memasak dengan presto ini tidak bisa diaduk secara terus menerus (harus selalu tertutup) maka santannya pecah. Lain kali kalau memasak makan berkuah, lebih baik setelah daging lunak baru dipindahkan kepanci lain untuk dicampur dengan santan.
  • saya takut dengan bunyi desisan yang dihasilkan, jadi buru buru mematikan kompor… yaelah padahal sudah benar. Proses presto ini pancinya harus berdesis ya… tapi ya namanya juga takut.. mo gimana lagi.. lain kali harus berani :)

Gagal di percobaan ga bikin saya menyerah duoonnggg…. Kalo kata orang makassar sini “Sekali Layar Terkembang Pantang Biduk Surut Ke Pantai“. Percobaan saya selanjutnya adalah memasak bandeng presto alias bandeng duri lunak.
Bahan:
– 2 ekor ikan bandeng ukuran besar  + 1 sendok makan garam + 1 butir jeruk nipis
– 1 bongkah besar lengkuas, rajang tipis
– 5 lembar daun salam
– 1 lembar dau n pandan, potong-potong sepanjang 2 cm
– 2 batang serai, ambil bagian putihnya dan iris tipis
– 5 lembar daun jeruk, robek kasar
– air

Bumbu yang dihaluskan (blender dengan 150 ml air):
– 4 bawang putih
– 3 butir bawang merah
– 2 cm kunyit
– 2 cm jahe
– 1 sendok makan ketumbar, sangrai
– garam

Cara Memasak :
Bersihkan bandeng dan buang sisiknya. Lumuri dengan air jeruk nipis dan garam agar tidak amis.
Letakkan bandeng dalam panci kecil yang merupakan paket dari presto yang saya miliki ini. Kalau tidak ada, bisa langsung pada presto, namun dialasi dengan daun pisang.
Selip-selipkan daun salam, daun serai, daun jeruk, lengkuas dan daun pandang diantara ikan bandeng.
Tuangkan bumbu halus, dan ratakan keseluruh bandeng
Isi panci presto dengan air setinggi sarangan (lebih sedikiiiiit juga boleh). Masukkan panci kecil. Tutup rapat panci presto
Nyalakan api besar. Setelah terdengar bunyi desisan dan katup presto bagian tengah berputar, kecilkan apinya. Masak dengan api kecil selama 1 jam.
Setelah 1 jam, matikan kompor. Siram panci presto dengan air, hingga pancinya dingin dan keluar bunyi gas (bunyi “josssssss….” gitu deh) baru dibuka tutupnya. Jangan dibuka kalau panci masih panas dan bertekanan tinggi. Bahaya!!
Keluarkan bandeng dari panci, hati hati ya angkatnya karena rappuuhhhh banget :)
Siap disantaapp…
Bisa juga dilumuri telur lalu digoreng. Tapi cara tersebut tidak saya lakukan karena sedang mengurangi goreng-gorengn demi kesehatan keluarga :)

2 Comments

  1. mbk, kalau pakai panci kecil bawaan drpresto itu, dikasih airnya seberapa ya? sampai melebihi panci kecilnya atau jgan sampai melebihi panci kecilnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *