Karena Janji Adalah Hutang

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Unda.. ayo kita masak…bikin kue….”
“Bikin apa, Kak?”
“Aduk-aduk donat..”

Kemudian saya menjanjikan memasak bersama keesokan harinya dengan alasan belum punya tepung terigu protein tinggi. Alasan yang dicari-cari sih, meskipun sebenarnya saya memang tidak punya stok terigu itu. Baru keesokan harinya saya membeli terigu tersebut, sekalian berbelanja kebutuhan bulanan. Sepulang belanja, ternyata saya sudah sangat lelah dan memutuskan untuk menunda memasak bersama. Hasan pun nampak sudah kecapekan.

Bikin donat kentang

Bikin donat kentang

Besoknya lagi, eh eh ternyata tertunda karena ada berbagai kegiatan diluar rumah. Renang lah, bolak balik hotel – rumah karena abu ada acara kantor di hotel, dan lomba 17 agustusan. Sampai akhirnyaaa….. taraaa.. Malam hari ini, si anak shaleh kembali mengungkapkan keinginannya untuk membuat donat. Selain karena memang dirinya suka sekali donat, kami juga sudah lama sekali tidak memasak bersama. Namun saya sudah benar-benar lelah seharian. Saya mencoba ngeles agar bisa membuat donat besok hari saja. Tapi kayaknya keinginannya sudah tidak terbendung lagi…

“Unda sudah janji sama Hasan bikin donat”

Okay okay baiklah. Kali ini saya terpaksa melakukan pencitraan didepan anak agar tetap dianggap ibu yang menepati janji meskipun rasanya punggung ini sudah pengen digeletakin di kasur aja.

Kadang, orang tua cenderung menggampangkan berjanji kepada anak kecil. Padahal anak kecil akan terus mengingat janji yang diucapkan oleh orang tuanya meskipun niat awalnya hanya untuk menyenangkan atau membujuk.

“ayoo nak, temani ke pasar. Nanti ibu belikan jajan”  lalu sesampainya dipasar tidak dibelikan jajan.

“kalau kamu bisa rangking 1, nanti punya sepeda baru lho”

Yah, janji janji manis semacam itu lah. Jangan dikira anak itu tidak kesel ya di PHPin….  lebih penting dari itu, anak akan menilai setiap tindakan orang tua. Bagaimana mungkin kita menyuruh anak untuk bersikap jujur sedangkan kitanya sendiri malah memberi contoh buruk dengan bersikap ingkar janji?!?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *