Resensi Buku : Untuk Indonesia yang Kuat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Untuk Indonesia yang KuatJudul Buku : Untuk Indonesia yang Kuat, 100 Langkah untuk Tidak Miskin
Penulis: Ligwina Hananto
ISBN: 9786028740135
Penerbit: Literati-books
Ketebalan: 238 halaman
Harga: Rp. 61.000

Buku ini diawali dengan penjelasan mengenai golongan menengah yang jumlahnya cukup besar di Indonesia. Golongan menengah ini tidak bisa dibilang miskin  tetapi tidak juga bisa dibilang golongan kaya. Mereka tidak perlu berpikir akan makan apa hari ini, tetapi masih panik kalau ada inflasi dan kenaikan bensin. Pada kenyataannya golongan ini banyak yang mempunyai utang kartu kredit, belum punya rumah di umur 30 tahun, belum bisa membayar tagihannya sendiri dan masih kesusahan memikirkan uang sekolah anak dan dana jika dia pensiun nanti. Karena jumlahnya yang besar ini, golongan menengah seharusnya mampu menggerakkan ekonomi Indonesia dengan berani berinvestasi baik di pasar modal dalam negeri maupun terjun langsung di sektor real.

Secara umum, buku ini menjabarkan secara detail bagaimana merencakankan keuangan keluarga, pos-pos keuangan apa saja yang harus dipersiapkan dan bagaimana cara mencapainya. Seluk-beluk perencanaan keuangan pribadi dan keluarga yang penting, seperti dana pensiun, dana pendidikan dan dana darurat, asuransi jiwa dibahas secara mendalam. Contoh  perhitungannya  mudah dimengerti dan sederhana. Begitu pula bab mengenai pentingnya berinvestasi dilengkapi dengan penjelasan mengenai  instrumen investasi, seperti reksadana dan pasar modal.

Meskipun buku ini  dapat digunakan sebagai tips panduan merencanakan keuangan, tapi buku ini lebih banyak membahas tentang manfaat berinvestasi. Tidak banyak pembahasan mengenai entrerepenurship di buku ini, padahal dalam salah satu langkah ‘tidak miskin’ dituliskan bahwa seseorang sebaiknya memiliki bisnis sendiri.

Sebagai sisipan dari buku ini, penulis membuat 100 poin yang tergabung dalam checklist berjudul “100 Langkah Untuk Tidak Miskin”. Dimulai dari yang paling sederhana, seperti  “Pergi ke ATM hanya 1 kali seminggu”, sampai berat seperti “Membeli rumah pertama”.

Penulis yakin negeri tercinta ini harus memiliki golongan menengah yang kuat. Golongan inilah  menggerakkan perekonomian, mendorong konsumsi dan investasi. Saatnya Golongan Menengah memperkuat negara ini!

_naya_

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *