Ikutan Belajar Memanah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Aktifitas belajar memanah sekarang menjadi salah satu agenda baru di keluarga kecil kami setiap weekendnya. Awalnya sih iseng-iseng mencari club memanah di Makassar, yang akhirnya membawa kami (eh abu hasan ding) ke RAC. Rimayah Archery Club di STIBA Antang. Singkat cerita, abu hasan akhirnya ikut latihan satu kali seminggu di Antang, dan beberapa kali alias sesempatnya di halaman depan kompleks kami.

Emak-emak ikutan belajar memanah

Emak-emak ikutan belajar memanah

Rempong juga sih berlatih memanah dengan didampingi dua makhluk unyu-unyu yang ingin ikutan pegang-pegang busur, atau ingin membantu memasang anak panah. Tapi ya mau bagaimana lagi, kan tidak mungkin duo anak shaleh ini ditinggal di dalam rumah atau diikat di pohon kacang hijau biar tidak kesana kemari. Sudahlah, terima saja nasibnya hehehehe…

Saya juga mau sedikit bercerita mengenai proses membeli busur panah. Demi menghemat budget, saya mencari ukuran busur yang pertengahan, size antara abu hasan dan saya. Biar bisa dipakai sama-sama gitu. Untungnya tangan saya termasuk yang berukuran panjang, tidak jauh berbeda dengan ukuran abu hasan. Namun, ternyata power kami berbeda sekali. Dengan tarikan busur 28 lb, saya cukup dibuat pegal-pegal ketika berlatih, sedangkan abu santai-santai aja sepertinya. Emak-emak lembek kayaknya saya ini heheheheee…. Kayaknya kami harus menganggarkan dana lagi untuk membeli busur dengan tarikan yang sesuai dengan power saya #lirikdompet

Hasan Main Panahan

Hasan Main Panahan

Hasan sendiripun tidak mau kalah dalam aktifitas belajar memanah ini. Pingin juga punya panah seperti ayah, katanya. Sayapun iseng-iseng mencari tutorial membuat panah sederhana untuk anak-anak. Dan taraaaaa, seperti yang ada pada gambar di atas, Hasan sedang memainkan panah barunya. Buatan tangan saya. Bahannya cukup mudah, hanya lakban dan tusuk sate. Eh, tidak lupa benang kasur juga. Tutorialnya saya lihat di youtube berikut :

Ayo ayo, belajar memanah yuk! Ajak bapak, ibu, kakak, adek, sepupu, tante, om, tetangga biar makin semangat belajarnya.

_naya_

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *