Catatan kuliah ibu profesional : Mengenal gaya belajar anak

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

small

Mindmap mengenal gaya belajar anak. Untuk gambar lebih jelas, klik disini

Tulisan ini merupakan rangkuman dari kuliah ibu profesional yang berjudul “Memahami gaya belajar anak, mendampingi dengan benar”. Sudah cukup lama sih kuliah onlinenya, sekitar bulan mei yang lalu kalau tidak salah. Maklumlah ibu eRTe sok sibuk, jadi baru sempat nulis rangkumannya sekarang #kibasinjilbab

Memahami gaya belajar anak merupakan hal yang penting dalam mendampingi proses belajar anak, karena daya serap anak sangat terpengaruh dengan gaya belajarnya. Gaya belajar anak dapat diamati ketika masih bayi/balita. Pengamatan terhadap gaya belajar dapat dilakukan dengan membiarkan anak untuk bebas bereksplorasi. Batasi agar tidak terlalu banyak melarang eksplorasi dan eksperiman anak.

Bagaimana tahapan mendampingi anak belajar?

  1. Intelectual  curiosity / rasa ingin tahu : Ketika usia 2-3 tahun anak mulai mempertanyakan banyak hal (hingga orang tua kadang kewalahan menjawab), namun pada usia sekolah / kuliah dimana guru dan pengajar kurang memfasilitasi proses bertanya, maka rasa ingin tahu ini lama-lama menghilang. Oleh karena itu, biasakan bertanya terlebih dahulu kepada anak, dan tahanlah diri untuk menjelaskan. Pada anak usia balita, pertanyaannya dapat menggunakan kata tanya “apa?”, “siapa?”, “bagaimana?”. Jika kemampuannya berpikirnya sudah meningkat, maka kata tanya yang digunakankan adalah “mengapa?”, “mengapa tidak?”, “bagaimana jika?”. Pertanyaan tersebut akan mengasah kreatifitasnya. Bagaimana jika anak sudah terlanjur takut bertanya? Biasakan untuk membuat permainan/game bertanya, sehingga anak bebas bertanya apapun dan orang tua tidak merasa terbebani untuk menjawab. Biasakan juga mendampingi anak ketika bertanya didepan banyak orang.
  2. Creative Imagination / Berpikir kreatif : Untuk merangsang rasa ingin tahu anak, maka orang tua harus kreatif. Trus gimana klo orang tuanya tidak kreatif? Orang yang tidak kreatif merupakan salah satu tanda orang yang tidak memiliki rasa ingin tahu. Karena orang yang memiliki rasa ingin tahu, akan melakukan hal-hal yang kreatif untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Misalkan orang tua yang ingin mengetahui bagaimana cara bermain dengan akan, maka orang tua tersebut akan mencari jawaban melalui internet, bertanya pada pakar pendidikan anak, mengikuti seminar parenting dan lain sebagainya.
  3. Art of Discovery : Dalam proses kreatif, nantinya orang akan menemukan sesuatu. “sesuatu” ini bisa dari hal yang sederhana hingga hal yang rumit.
  4. Noble Attitude : Ajarkan kepada anak untuk membagikan ilmu yang didapatkan kepada orang lain kepada orang lain, sehingga bermanfaat bagi sesama.

Otak kanan VS Otak kiri

Left-Brain-Right-Brain-Test

Hanya dengan pengataman sehari-hari dapat dibedakan apakah anak memiliki kecenderungan menggunakan otak kanan ataupun otak kiri.

Otak Kiri Otak Kanan
kata kata kreatif
matematika warna
verbal artistik
logis visual
fakta intuisi
analisa khayalan
melihat rincian halus musik
syair & nyanyin bentuk & ruang

Selama ini, pendidikan di Indonesia  cenderung menstimulasi otak kiri. Sebaiknya, setelah diketahui belahan otak yang dominan digunakan oleh anak, maka otak yang dominan dikuatkan dengan tetap menstimulasi belahan otak yang tidak dominan sehingga lebih seimbang.

Gaya Belajar Anak

Visual

Indikator awalnya adalah lirikan keatas ketika berbicara dengan cepat. Bagi anak dengan gaya belajar ini  maka pola pengajaran dititik beratkan  pada peragaan atau media yang berkaitan dengan pengajaran tersebut ataupun dengan menggambarnya di papan tulis. Ciri lain anak  yang memiliki gaya belajar ini adalah tidak terganggu dengan suara, mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar, lebih suka membaca daripada dibacakan, seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan tetapi tidak pandai memilih kata-kata, lebih suka melakukan demonstrasi daripada pidato, dan bermasalah dengan instruksi verbal.

Strategi yang digunakan untuk mendampingi anak visual adalah menggunakan materi  visual seperti gambar-gambar,  gunakan warna untuk menghighlite hal yang penting, ajak anak untuk menggunakan buku berilustrasi, dan  gunakan multimedia seperti video.

Auditorial

Anak yang memiliki gaya belajar ini  mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga/ pendengaran sehingga dapat belajar dengan lebih cepat melalui diskusi verbal atau mendengarkan yang dikatakan oleh ibunya. Anak anak audiorial umumnya dapat berbicara dengan fasih dan mudah terganggu dengan suara. Mereka juga dapat menirukan nada dengan baik. Ciri lainnya adalah Senang membaca dengan keras dan menggerakkan bibir ketika membaca dan berbicara dengan irama terpola.

Strategi yang digunakan untuk mendampingi anak yang memiliki gaya bicara auditori adalah gunakan musik untuk belajar, biasakan mendengarkan dan membacakan sebelum tidur, gunakan rekaman materi untuk belajar dan sering mengajak anak untuk berdiskusi.

Kinestetik

Anak yang memiliki gaya belajar kinestetik memiliki lirikan kebawah bila berbicara, dan berbicara dengan tempo yang lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk bereksplorasi sangat kuat. Ciri lainnya adalah tidak mudah terganggu dengan keributan, belajar melalui manipulasi dan praktek, menghafal dengan cara berjalan dan melihat, menggunakan jari sebagai petunjuk membaca, merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita, menyukai permainan yang menyebutkan, dan menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian.

Strategi mendampingi anak yang belajar dengan gaya kinestetik yaitu jangan memaksa anak untuk belajar sampai berjam-jam, ajak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (misalnya belajar membaca baliho di jalan sambil berkendara), izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.

_naya_

One Comment

  1. terimakasih atas penjelasannya :) sangat membantu sekali. saya jadi tau seperti apa gaya belajar anak saya. dan apa benar anak tipe auditorial itu mudah lupa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *