Hasan dan Sayap Superhero

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

sayap superheroBerawal dari sebuah tutorial membuat sayap-sayapan superhero yang muncul di pinterest, Hasan meminta saya untuk menjahitkan sayap superhero yang sejenis untuknya. Karena tidak mempunyai kain yang bisa dibuat untuk sayap-sayapan ini, akhirnya saya membeli kain di pasar sentral Makassar. Kain yang murah saja, tidak harus kain yang mahal. Disini saya menggunakan kain katun tipis seharga 25 ribu per meter. Saya hanya membeli sebanyak satu meter, dan menggunakan kain perca untuk membuat aplikasi logo superhero. (more…)

Read More

Dejavu….

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Laravel….

Vagrant…

Bootstrap…

Agak pusing2 kliyengan dikit baca tutorialnya… hehehhee…
Udah gitu aja.

#postingan geje
#abaikan

Read More

Pamer Bunga Anggrek (Lagi)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

anggrek

Makassar sudah mulai hujan nih.. daaannnn.. Alhamdulillah ada satu lagi yang cantik yang sedang berbunga….
Masya Allah..

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّ‌يْحَانُ ﴿١٢﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَ‌بِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣

[55.12] Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. [55.13] Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Alhamdulillah…
_naya_

Read More

Mulai Belajar Membaca Iqro

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Belajar iqro untuk balita
Saya dan abu hasan berencana untuk mengajarkan hasan menghafal dan membaca alquran terlebih dahulu sebelum mengajarkannya membaca buku latin. Meskipun yah, dalam implementasinya tidak sekaku itu. Saya masih tetap mengajaknya membaca buku-buku cerita berbahasa indonesia.

Untuk proses belajar membaca tulisan arab, saya menggunakan metode iqro. Soalnya taunya cuman itu. Awalnya saya menggunakan aplikasi iqro di handphone android saya. Ternyata menggunakan aplikasi ini cukup mengganggu konsentrasi belajar. Hasan malah jadi tertarik untuk membalik balik halaman iqro yang ada di handphone. Selain itu, iklan yang ada di layar pun kadang menarik minat anak untuk mengkliknya. Bubar deh belajarnya.

Karena saya sendiri belum sempat pergi ke toko buku untuk membeli iqro, maka saya menuliskannya di selembar kertas. Ternyata metode ini cukup efektif juga untuk saya dan hasan. Selain karena menunjuk hurufnya lebih enak, saya pun bisa membacanya tanpa kacamata hehehe (mata udah tua niihhh). Saya memberi reward kepada hasan beruba bintang jika dia berhasil membaca satu lembar kertas itu dengan benar. Cuman bintang aja ternyata sudah bikin anak kecil senang hehehehee…

Happy Learning!
_naya_

Read More

Hasan dan Lego

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Salah satu kegiatan homeschooling yang dilakukan Hasan di rumah adalah bermain lego. Dapat dikatakan, hampir setiap hari si anak shaleh ini bermain lego. Awalnya dia hanya bisa menyusun bentuk tanpa aturan. Saat ini bentuk-bentuk yang dihasilnya sudah beragam dan mulai tertata komposisi warna yang digunakannya. Plusnya, Hasan juga sudah mulai membuat ceritanya sendiri mengenai bentuk bentuk yang dibuatnya. Saya sempat juga menunjukkan instruksi yang disediakan di situs resmi Lego, sekedar untuk menchallenge kemampuannya memahami instruksi bergambar. Ternyata Hasan bisa juga memahaminya walaupun kadang masih bertanya jika instruksinya terlalu mendetail.

Lego Cuci Mobil

Yang diatas itu adalah kreasinya sendiri. Ceritanya adalah tempat pencucian mobil yang digabung sama portal parkian. Hahahaaa… Yang berbentuk terowongan warna biru itu adalah tempat membersihkan mobil otomatis, Sedangkan dibagian atasnya digunakan untuk membersihkan bagian bawah mobil. Mobilnya naik jadi bidang miring yang berwarna hijau.

Jpeg

Lego berbentuk buaya ini dibuat hasan berdasarkan intruksi yang ada di sini
Jpeg

Oven toaster ini juga dibuat sendiri oleh Hasan berdasarkan instruksi yang ada disini juga. Lucunya, si oven ini bisa naik turunin roti (yang juga dibuat dari lego) kalau (pura-puranya) si roti udah mateng.. Jadi bisa dipakai buat main jual-jualan roti panggang gitu. Bayarnya juga pakai uang dari lego. Hehehehee.. Saya juga sempet merekam sebagian proses pembuatan toaster ini. Monggo disimak.

Happy Learning! Happy Homeschooling!
_naya_

Read More

Waktu yang Tepat untuk Menasehati Anak

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Untuk membekali diri dalam mendidik anak, saya berniat menulis kembali di blog ini (dengan bahasa saya tentunya) ilmu yang saya  dapat dari buku Prophetic Parenting – Cara Nabi Mendidik Anak (Judul asli : Manhaj at Tarbiyyah an-Nabawiyyah lith Thifl) . Kali ini tentang kapan saat yang tepat dapat memberikan nasehat ataupun pengarahan kepada anak.

Saat Dalam Perjalanan

Dasarnya adalah hadist ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang diriwayatkan oleh At Thirmidzi :

….كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا غُلَامُ

Aku di belakang Nabi Salallahu ‘alayhi wa Sallam pada suatu hari. Beliau bersabda “Hai anak kecil……”

ini menunjukkan bahwa Rasulullah memberikan pengarahan ketika sedang berada didalam perjalanan karena jiwa anak dalam keadaan yang siap dan terbuka dalam menerima nasihat

Saat Makan

Saat makan adalah saat dimana orang tua bisa meluruskan sikap anak yang tidak layak ataupun tidak sesuai adab. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua duduk dan makan bersama anak-anak. Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh bukhari dan muslim dari Umar bin Abi Salamah, ia berkata :

Aku masih anak-anak ketika berada dalam pengawasan Rasulullah Salallahu ‘alayhi wa Sallam. Tanganku bergerak kesana kemari dinampan makanan. Rasulullah Salallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda kepadaku “hai anak kecil, ucapkanlah basmallah, makanlah dengan tangan kanan dan makanlah apa yang ada dihadapanmu.” Sejak itu, begitulah cara makanku.

Saat Sakit

Ketika seorang anak sedang sakit, ada dua keutamaan yang ada pada anak sehingga dapat meluruskan kesalahan-kesalahannya yaitu keutamaan fitrah anak dan keutamaan lunaknya hati.

Rasulullah Salallahu ‘alayhi wa Sallam memiliki seorang pelayan yang merupakan anak beragama Yahudi. Ketika anak yahudi ini sakit, Rasulullah Salallahu ‘alayhi wa Sallam mengajaknya masuk islam. Padahal sehari-harinya anak ini menjadi pelayan Nabi. Namun, nabi tidak mengajaknya masuk islam, melainkan menunggu waktu yang tepat untuk mendakwahinya.

Read More

Silaturahmi Praktisi Homeschooling Makassar

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Jumat kemarin, saya bersilaturahmi dengan dua keluarga praktisi homeschooling yang ada di Makassar. Yang pertama, mbak Cheche. Ibu dengan 4 orang anak. Kalau nggak salah, anaknya berumur 9 tahun, 7 tahun, 3 tahun dan 3 bulan. Yang satunya lagi mbak Dhida, ibu dengan 2 orang anak yang berumur 3 tahun dan 5 bulan. Dulunya kami berkenalan melalui grup FB indonesian homeschooler sampai akhirnya bisa bertemu langsung di rumah mbak Cheche di daerah Antang. Alhamdulillah, saya bisa  bertemu ibu-ibu hebat ini, bisa dapet  teman seperjuangan sekaligus menimba ilmu dan sharing pengalaman.

Udah gitu aja. titik.

(cerita hasil pertemuannya mana?!?!) Entar aja lah ya (kalau mood), saya lagi males cerita panjang-panjang.

Read More

Mengaji via Telepon

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Diusianya yang sudah 3,5 tahun, kemampuan hasan dalam berbicara semakin lebih baik. Termasuk dalam hal belajar mengaji. Dulu, bisa ngomong bismillah aja udah sukur sukur. Sekarang alhamdulillah, sudah bisa menghafal 4 surat pendek di Al Qur’an meskipun bacaannya masih perlu diperbaiki.

Salah satu hal yang unik dalam proses belajar menghafal Al Qur’an ini adalah kesukaannya mengaji sambil menelpon orang. Bosen kali ya kalau yang ngajarin ngaji bundanya terus. Orang yang paling sering ditelponnya adalah eyangnya. Selain itu, hasan juga beberapa kali minta mengaji sambil menelpon “tante bayi” (meskipun jarang diangkat) dan akhirnya cuman pura-pura menelpon. Tante bayi adalah sebutan Hasan untuk Dita, teman kuliah saya karena terdengar suara bayi/ anak-anak ketika menelpon dita.

Hayoo.. ada yang mau ditelpon hasan? Tapi yang nomernya tri yaa…

Read More

Jenis-jenis Rumah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Ada beberapa istilah “rumah” yang sering digunakan Hasan ketika sedang bercakap-cakap dengan saya. Cukup unik, meski saya rasa penggunaannya tidak tepat. Kayaknya sih, dia menafsirkan rumah sebagai sebuah bangunan yang bisa digunakan untuk tidur. Asal bisa buat tidur, maka itu disebut rumah.

  1. Rumah Hasan. Dia mengakui kalau rumah ini miliknya. Beberapa kali dia sewot kalau rumah ini disebut sebagai rumah bunda ataupun rumah adek ihsan. Kalau disebut sebagai rumah Ayah, dia bisa menerimanya.
  2. Rumah Kerja. Ini adalah kata lain dari hotel. Latar belakangnya adalah karena Hasan harus ikut menginap di  hotel ketika ayahnya ada pelatihan di Semarang. Bisa buat tidur + buat kerja = rumah kerja.
  3. Rumah Bayi. Apa coba rumah bayi?? Rumah bayi versi Hasan adalah rumah sakit bersalin. Dia sering bercerita kalau adek Ihsan diambil dari rumah bayi.

Namanya juga anak-anak……

Read More

Berpetualang dengan Kompos

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Problem lingkungan rumah saya :

1. sampah  daun kering yang menggunung.

H2. tanah yang gersang dan tidak subur

Nggak main-main banyaknya sampah di halaman rumah saya. Ada 3 buah pohon mangga, 1 buah pohon dadap, dan banyak pohon yang entah apa namanya. Pokoknya pohon berdaun panjang lancip yang sering ada di jalur hijau jalan protokol itu lho. Apalagi ketika musim kemarau, daun-daunnya berguguran. Setiap minggu, kira-kira ada 3 karung besar berisi daun kering. Sampah ini belum termasuk sampah dapur yang saya buang setiap harinya. Saya berpikir, kalau daun kering sebanyak itu bisa dijadikan kompos, tentu  bisa memperbaiki kondisi tanah agar menjadi lebih baik.

Ternyata eh ternyata, proses saya membuat kompos itu tidak seindah dan semudah bayangan saya. Ketida jaman SD dahulu, daun daun cukup ditumpuk, lama-lama akan menjadi kompos. Tapi mau berapa lama? 1 tahun? 2 tahun? Akhirnya saya menemukan sebuah cara membuat kompos yang lebih cepat. Waktu yang diperlukan hanya sekitar 7-10 hari. Cepat bukan? Metode ini menggunakan MOL (mikro organisme lokal) untuk mempercepat proses tersebut. MOL ini bisa dibuat dengan menggunakan nasi basi, ragi tempe ataupun EM4. Awalnya saya membuat EM4 sendiri dengan menggunakan sayur dan buah-buahan yang sudah matang. Namun ketika akhirnya kompos saya gagal, saya mencoba menggunakan EM4 yang saya beli di Yogya beberapa waktu yang lalu. Ternyata meskipun menggunakan EM4 yang sudah jadi, kompos saya masih gagal juga pemirsah!! Hahahaa… Tetapi saya belum menyerah.. Dengan bertanya sana sini dan aneka ragam percobaan, akhirnya saya berhasil juga membuat kompos. Yuk mari disimak kisah detail petualangan saya dalam mengolah sampah menjadi kompos (more…)

Read More

Kangkung Hidroponik Rumahan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Kangkung adalah salah satu tanaman yang bisa ditanam dengan metode hidroponik paling mudah dan murah. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah baskom, wadah yang berlubang (wadah yang biasanya untuk tempat nasi syukuran di kampung itu lhoo) atau bisa juga saringan plastik, benih kangkung, dan nutrisi AB Mix. Tidak perlu rockwoll, netpot ataupun gully.

Cara bikinnya??

kangkung hidroponik
kangkung hidroponik

Susun wadah berlubang diatas baskom. Isi baskom dengan air hingga air menyentuh dasar wadah berlubang tersebut. Taburkan benih kangkung diatas wadah yang berlubang tersebut. Jangan terlalu rapat yah…
Simpan di tempat yang gelap hingga benih tersebut pecah. Begitu benihnya pecah, langsung kenalkan dengan sinar matahari agar bibitnya tidak kutilang alias kurus tinggi langsing. Kalau kutilang, nanti tumbuhnya tidak subur.
Begitu daun lembaganya muncul, tambahkan nutrisi AB Mix dengan kepekatan 300ppm (cara membuat larutan AB Mix bisa dilihat disini). Setelah daun sejatinya muncul, naikkan kepekatan nutrisi setiap hari sedikit demi sedikit hingga sampai 1200 ppm. Jangan lupa untuk periksa ketinggian air di dalam baskom setiap harinya, terutama ketika mendekati masa panen karena kebutuhan nutrisinya sangat banyak. Air nutrisi jadi sangat cepat habis. Berdasarkan pengalaman, di umur sekitar 20 hari, saya menambahkan air nutrisi sebanyak 2 kali dalam sehari.

Dari foto kangkung saya diatas itu, baskom paling kiri adalah semaian yang berumur sekitar 3 hari. Sedangkan 2 baskom sisanya adalah kangkung yang hampir mendekati masa panen.

Happy gardening!
_naya_

Read More

Iga Bakar Saus Madu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

iga bakar saus madu

Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat hari raya idul adha! Taqabalallahu Minna wa Minkum.

Alhamdulillah, rejeki memang. qurban kali ini saya mendapatkan bungkusan daging qurban. Satu kantong berisi daging dan satu kantong berisi iga sapi yang bagi orang Makassar disebut dengan konro. Meski harus bolak balik dari rumah ke lapangan tenis di belakang kompleks (lokasi pembagian daging qurban ada dibelakang kompleks) karena iga dibagikan selepas shalat dhuhur, sedangkan daging sapi dibagikan sebelum dhuhur. Baiklah, saya mengaku kalau bukan saya yang bolak balik, melainkan abu hasan. Apa sih yang nggak buat saya, jangankan PP rumah lapangan tennis, keliling dunia aja dijabanin kayaknya sama abu hahahaha #GeeR Smile with tongue out

Ini kali pertamanya saya mengolah daging iga. Biasanya cuman bisa makan doang. Saya bingung mau dimasak apa si daging iga ini. Googling sana sini, akhirnya saya bikin iga saus madu saja. Resepnya penggabungan dari resep sana sini plus ide karangan saya sendiri plus takaran yang kira-kira. (more…)

Read More

Ketika harus bedrest

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Awalnya hanya demam biasa. Saya masih bisa mengerjakan beberapa aktifitas rumah meskipun sambil males-malesan karena badan lemas. Namun keesokan harinya ternyata beneran tepar setepar-teparnya. Bocah-bocah shaleh agak terlantar sampai harus diurus tetangga saya -_-” ihiks (thanks a lot buat tetangga- tetangga eike yang baik hati, mb Nisa, mb Niken dan mb Tria). Terus karena abu Hasan sedang dinas ke Padang dan baru bisa pulang hari sabtunya, maka dengan sangat senang saya mengimpor ibu saya pada hari itu juga ke Makassar :)
Okay, akhirnya saya ke dokter di hari ketiga dan pada hari ke enam harus test lab. Saya  terjangkit bakteri Salmonella thyposa alias sakit typus dan disuruh banyak istirahat.

Hasil test Tubex
Hasil test Tubex

Ketika kamu biasa wara-wiri ngerjain ini-itu dan kemudian disuruh tidur-tiduran, oh my god.. bosennya. Kemudian saya mencari-cari aktifitas yang sambil bisa dikerjain sambil istirahat / tiduran

1.Ngenet

Tentu aja dong ngenet. Bisa dari laptop ataupun dari hape. Buka-buka fesbuk, mampir ke blog langganan saya : mas Bo , bu farida,  Diahdidi, made by rae, sew mama sew, rahmah muslim homeschool, dan amuslimhomeschool. Mlipir di pinterest cari ide buat garden dan craft. Oh ya, dan juga update blog saya ini

2. Ngelitin bibit anggrek dan sayur hidroponik di belakang rumah.

12019761_10205965871880704_7585804363812088685_n

oke oke… yang ini salah. tidak boleh ditiru. Harusnya saya tiduran saja di kamar, tapi entah mengapa kalau lihat sayuran yang hijau hijau gitu badan saya mendadak jadi sehat

3. Ngerjain cross stitch

sidewalk cafe cross stitchsidewalk cafe cross stitch
sidewalk cafe cross stitch

Saya masih punya satu project cross stitch yang sudah lama tidak dikerjakan  “sidewalk cafe”. Udah setengah taun nggak disenggol kayaknya. Ayuk mari kembali menjahit

4. Baca buku

Ah iya, saya masih punya tanggungan menamatkan buku prophetic parenting.

Udah. Sementara baru itu aja yang bisa dikerjain. Ada usul hal lain yang bisa dikerjakan sambil rebahan di kasur?

_naya_

 

 

Read More