Huruf A untuk Apel

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

2014-09-27-14.39.05

Hello again! Kali ini saya akan berbagi materi printable dengan tema huruf A dan Apel… Yap! Semuanya tentang apel :)

2014-09-27-14.42.10

Yang pertama adalah kegiatan yang sering disebut sebagai dot-a-dot . Lingkaran-lingkaran putih yang ada di worksheet bisa diwarnai dengan spidol, ditaruh pom-pom diatasnya, ditaruh playdough yang dibentuk bulat, atau diletakkan manik-manik/ kancing. Continue reading »


Pola Dasar Baju Menyusui

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

 baju-busui

Here is the situation :  Kita hendak menyusui, tapi sedang ada di luar rumah. Entah itu ikut arisan ibu-ibu atau pergi belanja ke mall. Nggak bisa gitu aja kan buka baju. Lain halnya dengan dirumah yang lebih bebas. Tinggal masuk kamar berdua sama si baby. Kalau sedang diluar, sebisa mungkin menggunakan penutup misalnya nursing apron. Saya sendiri sih lebih suka nutupin pake jilbab yang lebar. Agar lebih mudah prosesnya, baju umumnya dipilih yang menggunakan kancing depan. Tapi ada juga inovasi baju menyusui yang tidak menggunakan kancing depan, namun memiliki bukaan menyusui yang lebih mudah dibuka (tidak perlu repot membuka kancing) sekaligus “tersembunyi” sehingga tidak perlu khawatir terbuka atau kelihatan orang.

Baju yang saya jahit  memiliki bukaan menyusui disamping (dekat ketiak). Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar dibawah. Jadi pada bagian badan depan terdapat 2 layer kain yang saling bersilangan.

2014-12-19 11.39.55 Continue reading »


Mitos Mengenai Homeschooling

 Anak homeschooling tidak bisa bersosialisasi?

Sosialisasi dalam homeschooling adalah pertanyaan yang paling sering diajukan. Hal  ini disebabkan ketidaktahuan tentang kegiatan homeschooling sebenarnya. Banyak orang berasumsi bahwa dalam homeschooling anak tidak keluar dari rumah dan hanya belajar dirumah mulai dari pagi sampai sore.  Jelas saja kalau seperti itu anak homeschooling dianggap kurang pergaulan. Pada kenyataannya, anak homeschooling lebih sering belajar langsung di lapangan kapan pun mereka mau. Saat waktunya belajar sains, mereka pergi ke perpustakaan, melakukan percobaan sederhana dirumah, ataupun terjun langsung ke alam. Ingin belajar bisnis? Cari kenalan pengusaha di sekitar lingkungan dan mencoba magang. Bandingkan dengan siswa sekolah formal yang berinteraksi hanya dengan teman-teman yang seusia dan dikumpulkan dalam satu kelas seharian. Kalau siswa homeschooling? Dengan banyak orang dari segala lapisan usia dan pekerjaan.

Anak homeschooling tidak punya teman?

Mirip dengan pertanyaan pertama, pertanyaan ini beranggapan bahwa siswa homeschooling yang bersekolah formal memiliki banyak teman sedangkan mereka tidak. Kalau dinilai secara fair, tidak semua pertemanan disekolah bernilai positif. Sering kita dengar kasus bullying, peer pressure ataupun pelecehan seksual.  Anak homeschooling dapat berteman dengan anak-anak lain yang memiliki minat yang sama seperti di klub olahraga, di klub membaca, di remaja masjid ataupun interaksi teman di dunia maya. Continue reading »


Slowcooker Chicken Teriyaki

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Slow-Cooker-Teriyaki-Chicken-9

Chicken teriyaki. Gambar nyontek dari sini

Semenjak ada dua orang bocil dirumah, kesibukan saya bertambah. Apalagi setelah neneknya bocil balik lagi ke jawa, otomatis saya dibuat wara wiri mengurusi kebutuhan kedua balita yang heboh itu. Bukan hal yang mudah memang. Salah satu trik yang saya gunakan adalah mengoptimalisasi penggunaan slowcooker. Ketika sedang tidak terlalu sibuk, misalnya salah satu bocil sedang tidur, saya menyiapkan bahan-bahan masakan dan memasukkannya kedalam slowcooker. Plung..plung..plung… tinggal tunggu waktu tanpa perlu sering diaduk aduk dan tanpa perlu takut gosong. Salah satu resep hasil percobaan saya adalah membuat chicken teriyaki dengan menggunakan slowcooker. Continue reading »


Seni untuk balita : Mencetak gambar daun

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Untitled-1 Masih ingat nggak permainan jaman masih SD dimana uang logam digosok dengan menggunakan pensil diatas media kertas?? Daun yang ada dikebun bisa juga lho digunakan dan menjadi media belajar seni untuk anak-anak. Bahan yang dibutuhkan hanya daun, crayon atau pensil berwarna (lebih prefer crayon karena lebih mudah digunakan oleh balita) dan kertas polos. Daun yang digunakan sebaiknya dipilih yang tulang daunnya agak menonjol. Disini saya menggunakan daun dari bunga sepatu dan daun pohon dibelakang rumah yang nggak tau namanya ^^v (katanya sih pohon dadap). Daun cukup disusun diatas pengalas (saya menggunakan majalah) dan letakkan kertas diatasnya. Gosok kertas dengan menggunakan crayon dan nanti pola daun yang ada dibawahnya akan tampak. Jangan lupa crayonnya dipegang horizontal ya agar gambarnya lebih smooth….

happy learning!!

_naya_


Hello World : Fariz Ihsan Arrayyan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

2014-11-24 23.28.17-1

Putra kedua kami

Alhamdulillah…  Akhirnya putra kedua kami lahir dengan sehat dan selamat melalui persalinan normal pada tanggal 18 november 2014 dengan berat 3.5 kilogram dan panjang 48 cm.

Proses kelahirannya pun sangat dimudahkan, membuat saya tak henti-hentinya bersyukur atas segala rahmat dari-Nya. Dini hari saya mulai merasa mulas-mulas, namun masih bisa tidur meskipun tidak nyenak. Sekitar pukul 4 pagi, meskipun mulasnya mulai terasa signifikan dan teratur, saya masih mencoba tenang dan menganggap belum waktunya melahirkan #kepedean. “Ah paling masih nanti, tunggu subuhan dulu aja..“, pikir saya. Eh ternyata selewat subuh, kontraksi sudah per 10 menit. whooaaa…ikii…. Antara dag dig dug  dan excited, saya dan suami ke rumah sakit bersalin. Sebenernya saya masih berpikir klo ini kontraksi palsu aja. Males gitu, udah bawa2 koper eh ternyata nanti disuruh pulang…..

Jam 05.30 pagi saya sampai di rumah sakit bersalin dan langsung periksa detak jantung baby, ngisi-ngisi form (abu yang kerjain laaa), sekaligus cek pembukaan. Eh, udah pembukaan 5 (doeeenng!! untung gak brojolan dijalan). Setelah mengecek pembukaan, saya diminta mbak bidan untuk pindah ke kamar rawat inap (ndilalahe pake kamar yang sama dengan kamar dulu tempat lahiran si kakak). Ketika mulasnya semakin intens, saya meminta supaya kembali ke kamar bersalin agar bisa dicek oleh mbak bidan. Jarak antara kamar bersalin dan kamar rawat inap yang mungkin hanya 4-5 meter ternyata terasa sangat jaaaaauuuhhhh… jalannya sampe ngesot (abaikan… lebay ini) dipapah oleh abu… ternyata… jeeennggg… jeeennggg… sudah pembukaan lengkap…..

dan yaaa.. begitulah adegan selanjutnya… tarik nafas.. dorong… dorong… tarik nafas….

sampai akhirnya pukul 7:16 putra kedua kami lahir kedunia. Alhamdulillah ya Rabb…..

Harapan kami, semoga putra kedua kami ini menjadi anak yang cerdas & berwawasan (fariz), baik (ihsan), dan taat beragama (arrayyan : sebuah pintu surga bagi ahli puasa). Aammiin…

_naya_


Kalau siang itu dirumah saja….

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Siang hari bolong (sekitar pukul 1 siang), hasan meminta ditemani untuk sepedaan keliling kompleks. Ini bukan untuk pertama kalinya. Berulang kali, dan selalu kutolak dengan alasan udara diluar yang panas
“Bunda, genjot.. genjot sepeda…”
“Kalau siang panas, Sayang. Mainnya dirumah. Kalau mau sepedaan nanti sore aja.”, jawab saya.

Sampai pada suatu waktu ketika ayahnya mau lembur di kantor. Waktu itu sekitar jam 10 pagi….
“Ayah mau kerja dulu ya, Hasan. Nanti siang Ayah pulang”, kata Ayah
“Ayah dirumah… Ayah dirumah… Panas diluar…”, jawab Hasan,

??!!##%$@ Waduh, omonganku ditiru sama si bocah kecil huahahahaa…..


Catatan kuliah ibu profesional : Mengenal gaya belajar anak

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

small

Mindmap mengenal gaya belajar anak. Untuk gambar lebih jelas, klik disini

Tulisan ini merupakan rangkuman dari kuliah ibu profesional yang berjudul “Memahami gaya belajar anak, mendampingi dengan benar”. Sudah cukup lama sih kuliah onlinenya, sekitar bulan mei yang lalu kalau tidak salah. Maklumlah ibu eRTe sok sibuk, jadi baru sempat nulis rangkumannya sekarang #kibasinjilbab

Memahami gaya belajar anak merupakan hal yang penting dalam mendampingi proses belajar anak, karena daya serap anak sangat terpengaruh dengan gaya belajarnya. Gaya belajar anak dapat diamati ketika masih bayi/balita. Pengamatan terhadap gaya belajar dapat dilakukan dengan membiarkan anak untuk bebas bereksplorasi. Batasi agar tidak terlalu banyak melarang eksplorasi dan eksperiman anak.

Bagaimana tahapan mendampingi anak belajar? Continue reading »


Jadwal Kegiatan Homeschool Kami

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Inilah garis besar jadwal kegiatan dirumah kami. Hehehee itupun kalau masih layak dibilang sebagai jadwal, soalnya memang sebagian besar kegiatan yang dilakukan adalah “bermain”. Lah namanya juga ngurusin balita, pasti kegiatan utamanya ya bermain. Jadwal inipun tidak selalu ditaati. Ada kalanya jadwal diubah secara mendadak, misalnya karena ada arisan ibu-ibu pegawai, atau ada acara di kompleks perumahan. Juga pada hari sabtu dan minggu, jadwal ini sama sekali tidak dipakai karena pada hari itu  adalah saatnya bebas aturan….

jadwal

Hasan biasa bangun pagi jam 6 pagi atau setengah tujuh. Kalau saya masih sibuk di dapur, biasanya ayahnya yang akan mengasuhnya sebentar dan memandikannya. Ketika ayahnya akan berangkat ke kantor, hasan biasanya merengek minta ikut. Kami hanya mengantar ayahnya sampai pagar, kemudian dilanjutkan bermain di luar seperti sepedaan, jalan pagi, lihat kendaraaan-kendaraan lewat didepan kompleks, ataupun berkebun. Kadang juga membantu ibunya menjemur cucian :) Continue reading »


Bermain pengelompokkan warna

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Alhamdulillah, yang ini adalah alat peraga untuk mengenali dan mengelompokkan benda benda berdasarkan warnanya. Ada delapan warna yang digunakan sebagai dasar pengelompokan yaitu merah, kuning, hijau, biru, oranye, ungu, hitam dan coklat. Setiap warna memiliki 5 buah gambar benda yang nantinya akan dikelompokkan dalam gambar kaleng cat yang sesuai.

Untuk mendownload alat peraga , cukup klik link dibawah ini :

{ Alat peraga untuk pengelompokan warna} Continue reading »


Ingin sekolah lagi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

tumblr_m2e9iq6ikk1qmkzppMeskipun udah berumur (sok tua) dan mau beranak 2, keinginan untuk sekolah lagi ternyata masih ada. Masih sangat sangat ada. Antara melanjutkan kuliah S2 data mining atau sekolah memasak. Kalau kata Abu sih mending sekolah memasak, biar makin pinter masak dirumah. Yaelah, ujung2nya memanjakan lidah pribadi….

Tapi kemudian….Gimana dengan anak-anak kalau ibunya malah sibuk sekolah sendiri?

Ketika saya memutuskan (belum mantep memutuskan sih, tapi masih mencoba meraba-raba) untuk menghomeschoolingkan anak-anak, ternyata banyak sekali ilmu yang saya temui dan dapatkan. Lebih dari sekedar buku dan jurnal perkuliahan. Bertebaran di internet! Tinggal pintar memilih dan memfilter, karena permasalahan terkait informasi diinternet itu bukan lack of information melainkan membanjirnya informasi. Siapa saja, dapat menulis apa saja. Oleh karena itu, cross check setiap informasi sangat penting dilakukan. Mulai dari ilmu parenting, ilmu agama, psikologi anak, kesehatan sampai yang terkait hobi saya yaitu menjahit dan memasak… semua ada!!

Lantas bagaimana mimpi untuk meraih selembar ijazah lagi? Bagaimana mimpi untuk kembali mengajar di kampus? Sepertinya mimpi itu masih bisa menunggu, atau  semoga Allah akan memberikan impian pengganti lain yang lebih baik….

_naya_

 


Apakah anak homeschooling bisa kuliah?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Tulisan ini hanyalah copas dari sebuah facebook group yang saya ikut di dunia maya. Sekedar untuk menyimpan dan menjadikan pengingat untuk saya. Seandainya berguna bagi yang lain, ya Alhamdulillah :) Sama seperti kebanyakan orang tua yang sedang mempertimbangan metode homeschool untuk anaknya, jenjang perguruan tinggi adalah salah satu kekhawatiran cukup membuat galau saya.

Jika pilihan anak adalah melanjutkan kuliah di Indonesia maka anak mesti mengikuti ujian paket A, B dan C yang pelaksanaan ujian dapat ditanyakan di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yg ada di kota masing-masing dengan melengkapi persyaratan, contoh raport dan persyaratan sdh sy kirim k thread di grup ini. Raport dibuat sendiri oleh ortu dan disinilah pentingnya kejujuran ortu dalam memberikan penilaian k anak. Adapun sumber bahan belajar dapat di googling d buku sekolah elektronik berisi lengkap materi dan contoh soal atau dapat mengikuti latihan di PKBM 6 bulan menjelang ujian, dengan membayar biaya sebesar 3 juta rupiah utk persiapan belajar hingga ujian (perkiraan harga 2 tahun lalu di kota Bandung). Belajar dari Senin sd Jumat dari pagi sampai Zuhur. Apabila tidak lulus, boleh mengulang setelah 6 bulan pengumuman hasil ujian. Adapun universitas yg menerima ijasah paket adalah UI, UGM, ITS, Unair (ini yg saya tahu dengan pasti) sedangkan utk Universitas negeri lainnya saya tidak ada infonya.

Adapun jika ingin melanjutkan ke luar negeri, maka yg mesti diperhatikan adalah : Continue reading »

Belajar Motorik Halus dengan Lacing Card

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Lacing Card - Yang ini rapi buatan emaknya

Lacing Card – Yang ini rapi karena buatan emaknya

Lacing card atau kadang disebut juga sewing card, merupakan salah satu permainan yang melatih motorik halus, koordinasi antara mata dan tangan serta melatih konsentrasi pada anak dengan cara yang menyenangkan tentunya :) Untuk membuatnya juga tidak terlalu sulit. Modal yang diperlukan hanyalah kertas HVS, printer (kalau bisa sih yang berwarna biar menarik anak-anak), plastik laminating, setrika (mesti punya kan dirumah?), pembolong kertas dan tali sepatu. Tali rafia atau tali lain juga boleh, yang penting talinya agak besar ukurannya. Pilih gambar yang ingin digunakan. Bisa cari diinternet, melimpah ruah kok gambar-gambar yang lucu-lucu. Kalau saya, download dari sini untuk yang gambar pelangi, dan dari sini untuk yang gambar labu. Semuanya dibuat oleh situs confessionofahomeschooler.com Continue reading »


Gambar Pemandangan yang Legendaris

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Gambar Pemandangan

Gambar Pemandangan

Familiar dengan gambar pemandangan tersebut? Gambar dua buah gunung, dengan sebuah jalan yang kanan kirinya diapit sawah. Tidak lupa gambar matahari diantara kedua gunung tersebut. Kadang, mataharinya sambil tersenyum. Variasi lainnya adalah gambar rumah di salah satu petak sawah dan burung burung yang digambar mirip huruf “m”.

Ketika melihat acara lomba gambar dalam rangka perayaan hari kemerdekaan RI, saya melihat beberapa anak mengggambar pemandangan dengan style seperti itu. Olalaaa, gambar seperti itu masih ada sampai sekarang, tanya saya didalam hati. Dari pulau jawa hingga menyeberang sampai ke sulawesi, dari angkatan ibu saya sampai ke anak usia sekolah dasar sekarang ternyata masih menggambar pemandangan seperti itu. Seperti sudah ada pakemnya, klo disuruh gambar pemandangan ya bikin gunung kaya itu tadi. Paten banget!

Tidak ada yang salah dengan cara menggambar seperti itu kok. Cuman saya mempertanyakan, dimana kreatifitas anak-anak ketika menggambar? Padahal kita tau, usia sekolah dasar itu kreatifitas anak sedang pesat-pesatnya berkembang. Semacam representasi dari sikap menyederhanakan masalah, alih-alih berusaha menjadi problem solver? Bukankah seni seharusnya digunakan sebagai media untuk mengekspresikan perasaan atau pikiran, tidak perduli baik ataupun buruk hasil akhirnya….

Kira-kira, sampai kapan gambar legendaris ini akan bertahan di anak-anak sekolah dasar di seluruh Indonesia?? Entahlah…


Kurikulum Homeschool untuk Usia Prasekolah (2,5 tahun)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

imagesSebagai tahapan awal homeschooling di keluarga kami, saya membuat kurikulum sederhana untuk setengah tahun kedepan. Tujuannya sih bukan untuk mentargetkan Hasan menguasai semua yang ada di kurikulum, tetapi lebih sebagai panduan saya dalam beraktifitas sehari hari bersamanya. Selain itu, kurikulum ini akan saya jadikan bahan evaluasi untuk diri saya sebagai fasilitator kegiatan “bermain” anak. Jadi sekali lagi ini sama sekali bukan target untuk balita. Poin setiap materinya dibuat setelah lirik kurikulum playgroup sana sini, searching-searching dan kemudian disesuaikan dengan visi keluarga kami.

 

Continue reading »